QORDUL HASAN : POTENSI EKONOMI YANG MASIH TERABAIKAN

 

 

 

 

 

 

 

syQordul hasan disebut juga dengan pinjaman kebajikan. Bagaimana prakteknya? Ketika anda dipinjamkan misal 1 juta rupiah maka anda hanya berkewajiban mengembalikan sebesar 1 juta rupiah. Atau jika anda dipinjamkan sebesar 100 juta rupiah anda hanya diwajibkan membayar sebesar 100 juta rupiah . Tidak lebih dan tidak kurang !

Qordul hasan adalah satu dari berbagai pilihan transaksi ekonomi islam yang belum dikelola maksimal. Saya pernah menyampaikan pendapat saya ke seorang pimpinan Bank Syariah yang ada di kota saya. Bisakah Bank yang dia kelola memaksimalkan Qordul Hasan ? Jawabannya sudah saya duga.. Tidak bisa katanya sambil tertawa.

Memang dalam industri bank syariah yang saat ini berkembang di Indonesia dan seluruh dunia, sistem Qordul Hasan tidak akan pernah bisa hidup. Mengapa ? jawabannya simpel. Bank kita dikelola secara mahal. Gedungnya, furniture nya. Alat transportasinya, dan tentu saja gaji pegawainya semuanya dibayar dengan mahal, dan bagaimana mungkin bisa membayar itu semua jika sistem qordul hasan tidak ada keuntungan apa pun bagi si pemilik modal.

Sistem ini akan lebih hidup jika dikelola lembaga finance mungkin bisa dalam bentuk koperasi atau lembaga lain yang manajemennya ringkas, kantornya sederhana namun memiliki kapital yang cukup untuk diputar di masyarakat.

 

Apa potensi Qordul Hasan ?

Besar sekali… coba fikirkan baik-baik. Jika anda membantu sebuah usaha dengan aqad Qordul Hasan, maka anda saya yakin akan senang juga memasukkan modal anda untuk membantu orang lain. Ini adalah sistem saling membantu. Hari ini anda di bantu, maka besok anda Insya Allah akan membantu, Itulah semangatnya.

Sekarang, ketika semangat itu menggelinding seperti bola salju, belasan orang yang merasakan nikmatnya ekonomi islam akan menggerakkan untuk menggerakkan puluhan orang lainnya yang seterusnya akan menggerakkan ratusan orang lainnya.. dan seterusnya.

Bukan mustahil dana yang masuk dalam sistem ini akan berkembang dengan pesat. Untuk sedekah saja orang mau habis-habisan, apalagi untuk membantu orang lain dalam bentuk modal yang uangnya tidak habis namun tetap jumlahnya. Waktu tidak mempengaruhi jumlah modal yang anda titipkan .

Seorang sahabat baik saya menanyakan ? Bagaimana dengan resikonya, apakah ada jaminan yang kita minta kepada nasabah yang meminjam denga Qordul Hasan ? Jawab saja : tentu saja ADA.
Manajemen resiko dan 5C yang sering dipakai Bank Syariah wajib ada, yang membedakannya adalah : Disini adalah ANDA HANYA MEMBAYAR SEBESAR YANG ANDA PINJAM ! ITULAH QORDUL HASAN …Hebat nggak ekonomi Islam .

Mengapa Islam Lebih Menyukai Investasi Dari Menabung (Mengharap Bunga)?

Banyak yang bertanya ? Mengapa Bunga diharamkan ? 

 

Seperti lagu Bang Haji Rhoma, “mengapa yang asyik-asyik itu di haramkan” ? . Nah bagi kita yang telah membaca tulisan sebelumnya yang berjudul “Katakan Tidak Kepada : Riba !”, disana disebutkan dalil-dalil dan tahapan-tahapan pelarangan Riba yang Allah sampaikan dalam Al-quran, lengkap dengan Hadits Rasulullah SAW.

Namun kadangkala kita menjumpai pertanyaan menggelitik, mengapa Allah mengharamkan Bunga? Apa landasan logika dibalik itu semua ? Nah ditulisan ini, saya mencoba mengangkat tema ini dan semoga  sebagai pencerah bagi kita semua .

 

Bunga =  Bendungan

Pernahkah kita melihat bendungan? Apakah air yang berada di dalam bendungan bisa mengalir keluar dengan bebas ? Semakin tinggi bendungan semakin banyak air yang tertahan di dalamnya. Bendungan setinggi 3 meter akan menahan air hingga setinggi 3 meter. Jika bendungannya dinaikkan menjadi 10 meter maka air akan tertahan hingga 10 meter di dalamnya.

 

Dalam ekonomi, siapakah bendungan dan siapakah air itu ?

Uang pada prinsipnya seperti air, mengalir ! Air yang mengalir akan membuat sungai dan parit parit menjadi bersih. Air yang mengalir akan membersihkan sungai-sungai. Parit dan sungai yang banyak sampah akan menyebabkan air tergenang, mampet ! Air yang tergenang akan menjadi sumber penyakit, sumber sampah, bau dan  tempat nyamuk bertelur !. Begitu pula dengan uang, jika dalam perekonomian uang dihambat, dibatasi dia akan tertahan, mampet, hingga akhirnya meluber dan Banjir !. Dalam istilah ekonomi kita sebut dengan Krisis Keuangan.

Pertanyaan berikutnya, apakah Bendungan itu ? bendungan itu adalah yang menyebabkan uang berhenti dan macet mengalir yaitu : Sistem Riba, yang dalam bahasa ekonomi kita dihaluskan dengan istilah : Bunga ! . Sistem bunga akan menahan seseorang untuk memutarkan uangnya di sektor reel. Mengapa ini bisa terjadi ? Secara alamiah setiap orang akan dihadapkan dengan dua pilihan apakah ingin mendepositokan uangnya ke Bank ataukah memutarnya ke sektor reel.

Perbandingan tingkat keuntungan yang diharapkan jika berinvestasi dengan tingkat bunga deposito akan menjadi pertimbangan utama seseorang yang ingin menceburkan diri dalam dunia bisnis. Jika tingkat keuntungan investasi lebih tinggi dari bagi hasil bunga deposito maka orang akan memilih untuk berinvestasi, begitupula sebaliknya jika tingkat bunga deposito lebih besar dari tingkat investasi maka seseorang akan memilih mendepositokan uangnya.

 

Bagaimana Prakteknya

Bagaimana prakteknya, ambillah contoh Ibu Nayla  memiliki uang 20 juta rupiah. Seorang temannya mengajaknya untuk berbisnis Butik, sementara itu temannya seorang marketing Bank Konvensional menawarkan untuk mendepositokan uangnya dengan tawaran bunga 15% per tahun. Bu Nayla dihadapkan kepada 2 pilihan,  Menabung  atau Berinvestasi . Yuk kita buat hitung-hitungannya . Dengan  suku bunga Bank 15 % pertahun. Artinya jika uang itu didepositokan 1 thn, maka 1 thn kemudian tanpa ngapa-ngapain hanya golek kiri golek kanan uang Bu Nayla akan menjadi 20 juta + 3 juta (dari bunga 15 % ). Apa dampaknya secara ekonomi dan secara psikologis bagi bu Nayla ? Dengan tambahan 3 juta pertahun, keinginan Ibu Nayla untuk menginvestasikan uangnya akan hilang, karena tanpa ngapa-ngapin pun toh uangnya bisa beranak pinak. Dibandingkan mesti bersusah payah berinvestasi di bisnis butik.

Sekarang, bagaimana jika suku bunga turun menjadi 5 % pertahun.  Mari kita buat hitungannya: Setelah 1 tahun, tanpa ngapa-ngapain hanya golek kiri golek kanan uang Ibu Nayla akan menjadi 20 juta + 1  juta (dari bunga 5 % ) . Ops… tinggal 1 juta ? bagaimana pengaruhnya bagi Bu Nayla secara ekonomi dan secara psikologis ? Jelas , keinginan Bu Nayla untuk untuk mendepositokan uangnya tidak akan sebesar yang pertama, sekarang dia terbuka untuk berbagai pilihan investasi yang ada, karena jika di depositokan  di Bank hanya mendapatkan kompensasi sebesar 1 juta pertahun.

Nah bagaimana jika suku bunga perbankan turun menjadi 0 % pertahun.  Maka 1 tahun kemudian uang Bu Nayla akan tetap 20 juta + 0 rupiah (dari bunga 0 % ). Artinya tidak ada pertambahan secara ekonomis. Apa dampaknya bagi Bu Nayla ? dengan  tambahan 0 rupiah  pertahun, keinginan Bu Nayla untuk berinvestasi butik bersama temannya akan terbuka lebar, dibandingkan dia menabung ke bank, dan tidak mendapatkan kompensasi apapun dari uang yang ditabungnya selain jaminanan  keamanan.

Begitulah ilustrasinya pengaruh bunga/riba terhadap keinginan seseorang untuk berinvestasi di sektor reel/dunia bisnis. Dengan suku bunga yang tinggi,  masyakat akan lebih terdorong untuk membungakan uang saja. Sehingga dapat ditarik kesimpulan tingkat suku bunga akan menghalangi minat seseorang untuk berinvestasi.

 

Geliat ekonomi dengan ber Investasi

Apa pengaruhnya jika masyarakat lebih memilih untuk berinvestasi dibandingkan menitipkan uangnya di bank ?

Setiap dana yang diinvestasikan akan menggerakkan ekonomi, membesar dan terus membesar seperti efek bola salju. Contohnya Bu Eva, memilih untuk berinvestasi di dunia fashion dengan modal 100 juta. Untuk memulai usahanya dia menyewa 1 buah ruko seharga 20 juta rupiah dan mempekerjakan 1 orang karyawan dengan gaji 2 juta rupiah,  60 juta dibelikan pakaian/bahan pakaian dan sisanya 20 juta untuk kas. Berapa perputaran ekonomi akibat investasi yang dilakukan bu eva ? mari kita buat hitungannya .

Pertama; peningkatan permintaan ruko sebanyak 1 unit. Kedua:  pengurangan pengangguran sebanyak 1 orang . Ketiga : Peningkatan permintaan  pakaian dan  bahan pakaian  senilai 60 juta.

 

Bagaimana Hitungan Secara Makro ?

Akibat terjadi kenaikan permintaan ruko 1 unit. Maka para developer akan meningkatkan persediaan jumlah ruko, yang artinya akan ada tukang yang tidak menganggur, lahan kosong yang akan dibangun. Begitu juga dengan pengurangan jumlah pengangguran sebanyak 1 orang . Orang yg mulanya pengangguran dan tidak memiliki kemampuan daya beli akan menjadi memiliki daya beli. Dia akan memiliki daya beli untuk membeli beras, membeli makanan pokok, membeli pakaian dan seterusnya. Selanjutnya, dengan permintaan pakaian dan bahan pakaian sebesar 60 juta maka akan terjadi peningkatan permintaan secara  besar  di industri pakaian. Dunia tekstile akan menggeliat. Pabrik-pabrik tekstile akan membuka lowongan pekerjaan baru, yang artinya mengurangi pengangguran. Begitu juga dengan pabrik-pabrik yang mendukung industri tekstile, bisa jadi akan terjadi penambahan jumlah pabrik-pabrik baru.

Dan seterusnya dan seterusnya, ekonomi akan terus bertumbuh dan membesar .

Mungkin kita berpikiran skeptis, ah itu terlalu muluk-muluk ! Bagaimana mungkin dengan  permintaan kecil seperti itu ekonomi akan bergerak? Bagaimana mungkin akan terjadi penambahan jumlah pabrik ?

Ayo kita menghitung secara makro. Jika satu orang seperti bu eva memutuskan untuk menginvesasikan uangnya bukan sebaliknya menunggu uangnya bunga berbunga, maka yang terjadi adalah seperti hitungan seperti diatas. Bagaimana jika ada 1.000 bu eva atau bahkan  1.000.000 bu eva yang berfikiran sama dalam 1 negara ? Akan terjadi kenaikan permintaan ruko sebanyak 1000.000 unit. 1000.000 orang berhenti mengganggur.  60 Triliyun permintaan tekstile. Wah, angka yang luar biasa bukan ? Anda bisa hitung sendiri betapa kuatnya efek bola salju itu . Menggelinding dan terus menggelinding kian besar.

 

Jadi apa lagi yang membuat mu tidak percaya dengan Ekonomi Islam ?

 

 “Barang siapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali (agama itu) tidaklah akan diterima, dan di akhirat kelak dia termasuk orang yang rugi.” (Q.s. Ali Imran [3]:85)

 

 

—-

4 strategi bisnis sahabat yang mampu mengalahkan ekonomi yahudi dalam waktu 2 tahun

Kota Yastrib dikaruniai tanah subur dengan buah-buahan, sayur-sayuran, dan kaya dengan air. Yastrib mempunyai dua suku yang berbeda (Aus dan Khazraj) di samping tiga suku Yahudi (Banu Qainuka’a, Banu Nadhir dan Banu Qurayza). Suku Aus dan Khazraj menguasai Madinah tetapi diantara mereka sering bermusuhan dan selalu berperang dan hal ini sering dimanfaatkan oleh orang Yahudi. Secara ekonomi Yastrib dikuasai oleh Yahudi, namun itu berubah setelah kaum Muslimin hijrah ke Yastrib dan mengganti nama kota tersebut menjadi Madinah.

Masuknya Islam ke Madinah merubah wajah kota tersebut . Kaum muhajirin yang mayoritas para pedagang dengan strategi bisnis yang mereka miliki dan balutan keimanan serta akhlak yang mulia berhasil menguasai perkeonomian Madinah hanya dalam tempo 2 tahun.  Bagaimana ini bisa terjadi ? . Berikut 4 Strategi yang diterapkan para generasi pertama Islam ini :

 

Strategi Pertama : Membangun Pasar Muslim

Di Madinah, Rasulullah SAW mempersaudarakan  Abdurrahman Bin Auf dengan orang kaya yang bernama Sa’ad bin Rabi’ .  Sa’ad Bin Rabi’ menawarkan separuh hartanya hanya saja Abdurrahman menolak, dan berkata “Tidak usah. Tunjukkan saja saya dimana pasar.” Akhirnya beliau pergi ke pasar, melakukan riset pasar dan dalam waktu yang singkat dia mengetahui bahwa pasar – pasar di madinah dikuasai oleh para pedagang pedagang Yahudi .

Melihat kondisi yang berlaku di pasar Madinah tersebut, Abdurrahman Bin Auf melakukan strategi dan taktik yang cukup unik. Dengan bantuan saudara anshar-nya itu  Abdurrahman Bin Auf membeli tanah di dekat pasar tersebut, dan mempersilahkan para pedagang untuk berjualan di tempat tersebut, dalam waktu singkat lahirlah pasar kaum muslimin pertama di Kota Madinah.

Dengan adanya pasar kaum muslimin bisa dengan leluasa menerapkan aturan aturan ekonomi islam dalam berdagang tanpa perlu takut direcoki oleh kepentingan bisnis yahudi. Biarlah nanti waktu yang membuktikan pasar mana yang lebih efisien dan memenuhi kebutuhan masyarakat.  

 

Strategi Kedua : Bayar Setelah Untung

Setelah pasar dibuka, berikutnya adalah mengundang para pedagang untuk mau berdagang disitu. Strategi marketing yang diterapkan  adalah BAYAR setelah UNTUNG. Strategi ini tentu saja menarik minat para pedagang. Maka berbondong bondonglah para pedagang untuk membuka lapaknya di pasar yang baru dibuka ini. Dalam waktu singkat pasar telah ramai dengan pedagang, ah tak sekarang tak dahulu yang gratis memang selalu diminati J .  

Sistem tersebut sangat membantu para pedagang untuk menurunkan beban biaya sewa kios dan menurunkan harga jual dagangan mereka yang akhirnya berimbas kepada semakin lakunya barang dagangan mereka jika dibandingkan dengan pasar yahudi. Secara umum, keuntungan para pedagangan di pasar muslim meningkat.

 

Strategi Ketiga  : Lebihkan Takaran

Setelah beberapa lama pasar berjalan, para pedagang muslim menyampaikan keluhan dan permasalahan mereka yaitu :

Para pedagang Yahudi dapat untung lebih besar dibandingkan mereka, karena pedagang  Yahudi sudah biasa mengurangi  takaran pada barang dagangan mereka.  Misalnya jika membeli  1 kilogram gandum dipasar Yahudi nyatanya hanya mendapat 900 gram, sementara para pedagang muslim 1 Kilogram tetap 1 Kilogram . Namun apakah jawaban Rasul ?

“Lebih kan takaran” sabda Rasul . Artinya apa, bukannya mendapatkan pemaafan untuk turut curang seperti Yahudi, pedagang muslim malah diperintahkan melebihkan ! . Jadi jika tadinya 1 kilogram diberi 1 kilogram sekarang mesti dilebihkan entah itu 1 genggam sesuai keilkhlasan. Apa implikasinya, penduduk Madinah menjadi heboh. Belanja di pasar yahudi dapatnya ringan, sedangkan belanja di pasar orang islam berat.  (red : Wallahualam tingkatan Haditsnya)

 

“Allah akan memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (Al-Baqarah:276)

 

“Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan pahalanya.” (Ar-Ruum:39)

 

Strategi Keempat  : Memenuhi Aturan Ekonomi Islam

Khalifah ‘Umar bin Khatâb Radhiyallahu anhu pernah memperingatkan, “Orang yang belum belajar agama, sekali-kali jangan berdagang di pasar-pasar kami”.

Sahabat ‘Ali bin Abi Thâlib Radhiyallahu anhu pernah berkata, “Pedagang jika tidak faqih (paham fiqih terutama fiqih ekonomi) maka akan terjerumus dalam riba, kemudian terjerumus dan terjerumus (terus)”.

Saya telah meramu 13 jenis-jenis transaksi yang  dilarang dalam Islam, anda bisa baca disini http://ekonomi-islam.com/transaksi-yang-dilarang-dalam-islam/ , dari meninggalkan berbagai jenis Riba, Aktivitas Perjudian, Menjual barang Yang Haram, menghidari Gharar, Ihtikar (menumpuk numpuk barang dengan tujuan menaikkan harga) dan lain sebagainya.

Dengan 4 strategi bisnis yang dilakukan para sahabat nabi ini hanya dalam waktu 2 tahun (ada riwayat yang menyebut 4 tahun) hegemoni pasar Yahudi berhasil dikalahkan. Sehingga benarlah firman Allah SWT dan hadits Nabi Nya ,

إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Jika Allâh menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allâh membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allâh sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allâh saja orang-orang mu’min bertawakkal. Qs.3:160

Kalau manusia mulai kikir dengan dinar dan dirham melakukan jual beli dengan cara riba, mengikuti ekor sapi (umat lain, Yahudi dan Nasrani), dan meninggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah akan memasukkan kehinaan ke dalam diri mereka, Dia tidak akan menghilangkannya kecuali jika mereka kembali kepada agama mereka,” (H.R. Imam Ahmad dalam Musnadnya, Ath-Thabarani dalam kitab Jami’ Al-Kabir, Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Ilam dari Abdullah bin Umar)

 

Bisa jadi inilah penyebab ekonomi umat islam saat ini terpuruk, yaitu kita lari dari tuntunan yang mulia dan mencari dan menukarnya dengan sistem ilmu ekonomi/ bisnis buatan nafsu manusia.

Jadi Apalagi ….Siap kembali ke ekonomi islam ? 

—–

17 SYARAT MLM SYARIAH

Siapa yang tidak kenal dengan Multi Level Marketing atau disingkat dengan MLM. Strategi pemasaran yang sudah sangat mendunia ini diikuti hampir setiap level masyarakat. Yang tinggal di kota ataupun desa. Yang kaya ataupun yang belum bekerja. Dan mungkin saja anda adalah salah satunya yang pernah atau sedang menggeluti jenis pemasaran ini   

 

Pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang MLM menurut sudut pandang ekonomi islam.  Banyak yang mengatakan bisnis ini halal namun tidak sedikit juga yang antipati dan menyebutnya haram. Sama dengan tulisan tulisan saya sebelumnya, saya berusaha tidak menghakimi satu MLM tertentu. Tetap dengan gaya bahasa deskriptif persuasif dan argumentatif saya akan menyampaikan 17 syarat sehingga MLM itu bisa dikatakan sebagai syariah.

 

Apa itu MLM ?

MLM adalah strategi pemasaran berjenjang atau berantai, di mana tenaga penjual (sales) tidak hanya mendapatkan kompensasi atas penjualan yang mereka hasilkan, tetapi juga atas hasil penjualan sales lain yang mereka rekrut. MLM disebut juga network marketing karena produk yang dipasarkan langsung sampai ke tangan konsumen/pelanggan tanpa melalui jaringan distribusi yang panjang seperti pada bisnis tradisional/konvensional. Sehingga terlihat jelas bahwa bisnis network marketing merupakan efisiensi dari jalur pemasaran yang panjang seperti pada bisnis tradisional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa MLM adalah suatu bisnis atau usaha yang mengutamakan jaringan dari orang-orang dalam bentuk tingkatan-tingkatan atau level yang bertujuan untuk memasarkan barang/jasa.

Banyak yang keliru menganggap Money Game, Arisan Berantai dan Skema Piramida sama dengan MLM atau mengira semua bisnis yang melakukan Sponsoring adalah MLM. Tidak sedikit pula yang memiliki pandangan negatif terhadap MLM karena mungkin pernah merugi di bisnis Money Game, Arisan Berantai atau Skema Piramida. Beberapa pendapat yang mengharamkan MLM beberapa argumentasinya ditujukan kepada Money Game/Arisan berantai . Untuk yang ingin mengetahui perbedaannya bisa dilihat pada tulisan sebelumnya http://ekonomi-islam.com/arisan-berantai-mengapa-diminati-dan-apakah-hukumnya/

 

Dari penelitian yang saya lakukan pada beberapa MLM yang ada, dengan tentu memperhatikan Fatwa MUI Nomor  75/DSN-MUI/VII/2009, (anda bisa download disini http://ekonomi-islam.com/kumpulan-peraturan-ekonomi-islam/) . Ada 17 syarat yang harus diperhatikan betul betul oleh perusahaan yang menggunakan sistem MLM dalam mendistribusi dan menjual produknya kepada masyarakat. 17 syarat itu kita bagi dalam 3 komponen besar yaitu :  

  • Perizinan

  • Produk

  • Sistem Jaringan

 

Saya akan coba jelaskan satu persatu :

  1. Perizinan

Sebuah perusahaan MLM yang beroperasi di Indonesia setidaknya memiliki 2 persyaratan hukum  :

  • Memiliki SIUPL atau Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung yang dikeluarkan Departemen Perdagangan
  • Terdaftar di APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia) cek MLM yang anda ikuti di sini Apli.or.id

 

  1. Produk

  • Apakah Produknya ada, jelas serta bisa dilihat. Dalam sepengetahuan saya hanya BARANG yang bisa di MLM, sedangkan JASA tidak bisa. Beberapa waktu yang lalu ada perusahaan Haji dan Umroh yang menjual jasanya dengan sistem MLM, ujung ujungnya baru ketahuan itu adalah perusahaan money game/arisan berantai. Sehingga kalaupun dipaksakan bisnis JASA di MLM kan dengan seperangkat aturan yang ketat seperti yang sudah-sudah, tetap tidak bisa menutup kran peluang perusahaan memainkan aksi money game dalam operasionalnya. 
  • Produknya yang dijual halal terutama jika itu produk makanan mestilah sudah mendapat sertifikasi halal MUI dan lolos BPOM .
  • Produk yang dijual jelas manfaatnya, bisa dipergunakan bukan produk abal-abal atau hanya “topeng” belaka.
  • Tidak ada harga/biaya yang berlebihan (excessive mark-up), sehingga merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan kualitas/manfaat yang diperoleh

 

  1. Sistem Jaringan

  • Komisi diberikan dan ditransfer melalui bank syariah
  • Komisi diberikan secara transparan, lewat mekanisme yang diketahui seluruh anggota jaringan. Artinya seseorang bisa mengetahui dengan pasti berapa hak yang diperolehnya dari aktivitas penjualan yang dia dan groupnya lakukan.
  • Tidak ada persyaratan minimal untuk mendapatkan komisi, artinya Rp. 1 ,- penjualan pun diperhitungkan, serta perlu diperhatikan bahwa jika pada bulan itu komisinya seorang anggota tidak mencukupi untuk persyaratan minimal transfer (kurang dari Rp.10.000,-) komisi nya tetap diakumulasi sehingga mencukupi untuk mendapatkan haknya.
  • Pemberian komisi tidak tergantung dari komposisi jaringan, seperti kanan kiri seimbang, persentase bonus pada jaringan di kaki gajah (istilah untuk group downline yang sangat besar melebihi downline lain yang dia miliki) atau aturan lain yang bertujuan menghilangkan hak dari seorang member
  • Adanya mekanisme yang memungkinkan downline bisa “membalap” upline nya. Sehingga jika posisi upline sudah berada di bawah downlinenya otomatis komposisi group haruslah berubah. Hal ini untuk menghindari seseorang hanya makan “gaji buta” tidak bekerja namun mendapatkan hasil.
  • Tidak boleh ada komisi atau bonus secara pasif yang diperoleh secara reguler tanpa melakukan pembinaan dan atau penjualan barang dan atau jasa. Sehingga aturan jarak level seorang upline dengan downlinenya mestilah diatur. Jangan sampai hingga ke level berapapun seorang upline masih mendapatkan komisi dari kinerja jaringannya. Menurut hemat saya 5 level adalah jarak terjauh seorang upline bisa mendapatkan komisi dari aktivitas penjualan downlinenya.
  • Adanya mekanisme yang memungkinkan seseorang bisa menjadi anggota tanpa upline pribadi. Maksudnya, uplinenya adalah langsung perusahaan. Tujuannya adalah untuk keadilan dalam komisi dan lain sebagainya. Sehingga pilihan untuk bergabung melalui seorang upline adalah pilihan pribadi karena kemudahan dan fasilitas yang diberikan seorang upline seperti support system, yang manfaatnya dirasakan langsung oleh seorang downline. Namun jika seorang downline tertarik entah itu karena membaca di internet dan lain sebagainya, dia tidak diharuskan mencari upline pribadi. Cukup dengan langsung bergabung diperusahaan.
  • Tidak ada tutup point yang menjadi dasar pemberian komisi. Tutup point diartikan sebagai prestasi, yang jika dilakukan seorang member bisa mendapatkan bonus dari perusahaan. Jadi ada KOMISI yang diberikan tanpa persyaratan apapun kecuali volume penjualan dan BONUS yang diberikan dengan syarat syarat yang jelas, misalnya lewat tutup point. Karena banyak kasus tutup point malah menjadikan member menumpuk barang sehingga terjadi pemborosan dan kemubaziran.
  • Sistem perekrutan keanggotaan, bentuk penghargaan dan acara seremonial yang dilakukan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan aqidah, syariah dan akhlak mulia, seperti syirik, kultus individu atau kultus perusahaan, maksiat dan lain-lain
  • Perusahaan dan member tidak melakukan penipuan dengan memberikan bonus yang berlebihan dan tidak lazim yang biasanya dilakukan diawal-awal perkembangan perusahaan. Tujuan sebenarnya hanyalah penipuan bagi calon anggota lainnya. Jika seorang upline melakukan kedzaliman dengan mengajarkan kebohongan maka akan terciptalah penipuan berantai ke seluruh groupnya.
  • Perusahaan tidak pernah atau sangat jarang mengganti sistem jaringan. Seringkali yang diotak-atik perusahaan adalah penghitungan point barang, persyaratan untuk menduduki suatu level dalam jaringan, persyaratan komisi, persyaratan bonus, dan sejenisnya. Perusahaan banyak yang tidak siap ketika perusahaannya berkembang pesat dan komisi yang diberikan kepada member menguras pendapatan bersih perusahaan. Jika ini terjadi, mulailah perusahaan mengubah aturan main.

 

Jika perusahaan MLM anda tidak memiliki  poin-poin diatas, sebaiknya anda pertimbangkan kembali jika ingin aktif didalamnya. Perlu diketahui saat ini posisi seorang mitra jaringan belum begitu terjamin dalam sistem hukum di indonesia khususnya dalam aturan ketenagakerjaan. Berbeda halnya dengan seorang karyawan perusahaan yang hak dan kewajibannya diatur oleh UU no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Seorang mitra/member MLM posisinya masih begitu lemah setidaknya untuk ukuran di Indonesia.

Jika kita kembali lagi bahwa MLM adalah sebuah sistem yang dibentuk oleh perusahaan untuk menjual produknya. Maka MLM bukanlah perusahaan itu sendiri, namun MLM adalah sebuah strategi marketing yang di adobt oleh perusahaan.  Jadi apakah memungkinkan  jika perusahaan ketika produknya telah dikenal masyarakat kemudian mengganti sistem pemasarannya ke sistem konvensional ? Mungkin saja.Tapi bukankah perusahaan sekarang sudah untung lewat mekanisme network jaringan, mengapa dia harus mengganti dengan sistem lain. Bisa saja kita berpendapat begitu, namun tetap itu semua tergantung oleh perusahaan yang bersangkutan.

Ditahap inilah posisi seorang  “pebisnis” MLM menjadi rentan. Belum lagi jika dia terbukti melanggar aturan perusahaan yang ujung-ujungnya dia harus kehilangan seluruh jaringannya bahkan didepak dari perusahaan yang telah dibinanya puluhan tahun. Cerita cerita seperti ini sangat banyak bertebaran di sekeliling kita. Sayangnya seorang “pebisnis” MLM tidak memahami aturan aturan yang ada di perusahaan seperti “mengambil” downline group yang lain, memanipulasi sistem atau ada juga yang  menjadi anggota di lebih dari satu MLM. Padahal kesemuanya itu terlarang.

Jika group yang dimiliki masih kecil serta belum banyak tenaga dan waktu yang dihabiskan untuk membangunnya mungkin anda tidak akan risau, namun ketika posisi sudah mapan, penghasilan sudah puluhan juta lalu perusahaan meng KICK anda dari perusahaan, selesailah sudah !. Begitu pun jika kita membaca UU No. 7 tahun 2014 tentang perdagangan ataupun UU No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen belum mengakomodir kepentingan “pebisnis” MLM. Sedemikian pentingnya keberadaaan aturan yang jelas dan legal untuk melindungi seluruh “pebisnis” MLM .

Sebagai penutup, Bisnis MLM memanglah sebuah bisnis yang menjanjikan. Cukup dengan uang pendaftaran kurang dari Rp.100.000,- kita sudah bisa mengatas namakan suatu perusahaan besar untuk menjual produknya. Ada yang pesan baru dibeli, nyaris ZeroRisk . Pendapatan yang diterima jika mampu menjual dan mengelola group dengan baik bisa hingga puluhan atau mungkin ratusan juta rupiah. Karena komisi yang anda dapatkan bukan hanya karena prestasi anda namun juga karena prestasi dari group anda. Hebat bukan !

Namun tetap jangan sampai kehilangan akal sehat. Ingat kembali apa kata Carlo Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi  tentang keserakahan manusia. Cerdas dan bijaklahlah dalam memilih perusahaan MLM. Jangan sampai “habis manis sepah dibuang”.    

 

Arisan Berantai Mengapa Diminati dan Apakah Hukumnya ?

Salah satu anggota “XYZ” , sebut saja Melinda  asal salah satu kota besar di Inonesia mengaku, saat ini anggota “XYZ” sudah menyentuh 1 juta orang. “Saya baru gabung sejak November 2015, tapi pada saat pertemuan pusat dijabarkan anggota sudah sejuta orang,” ujarnya. Meski baru bergabung, Melinda mengaku sudah meraup keuntungan hingga Rp 10 juta dengan jumlah anggota rekrutan sekitar 12 orang.

Lain lagi cerita “Kisah Nyata” dari ibu Ratna , “

Terima kasih kepada Ibu Tita yang telah mengirim program ini kepada saya, walaupun sebelumnya saya merasa was-was, karena saya sama sekali tidak mengenal ibu tersebut. Namun saya diyakinkan oleh teman satu perkumpulan yang secara diam-diam ternyata telah mengikuti program ini. Teman tersebut dengan bangganya menunjukkan buku tabungannya yang mempunyai saldo yang cukup besar menurut saya, yaitu sebesar Rp.600juta dan beliau mengatakan jumlah ini akan terus bertambah setiap hari jika anggota baru ikut serta menabung. 2,5 bulan setelah saya ikut, saya mencoba melihat tabungan saya dan jumlahnya sangat mengejutkan saya Rp.486.659.402,”- WOW !

Cerita cerita sukes seperti  ini pernah anda dengar ? saya yakin pernah. Sistem investasi yang  sangat sederhana : Carilah sebanyak-banyaknya teman, saudara, kenalan atau bahkan siapa saja yang anda kenal atau yang tidak anda kenal untuk dijadikan anggota dalam program ini dimanapun mereka berada, di seluruh Indonesia. Kirimkan brosur ini sedikitnya kepada 25 orang saja. Semakin banyak orang yang anda kirimi, semakin baik karena kesempatan anda untuk mendapat hasil/uang yang lebih banyak akan lebih terbuka lebar

Perhatikanlah 5  Langkah sukses berikut ini :

  1. Bergabung dengan paket tawaran mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 30 juta plus Calon anggota akan dikenakan biaya registrasi Rp 200.000.

  2. Kemudian anda harus menunggu dengan sabar. Biasanya dalam 1-2 minggu anda akan menerima sekurang-kurangnya Rp.375.000,- jika anda menyebarkan kepada 25 orang peserta ( 25 x Rp.15.000,- = Rp.375.000,- ). 

  3. Jika kesemua 25 orang peserta yang anda edarkan ini mengedarkan kembali kepada 25 orang peserta baru, maka anda pindah dari urutan 4 ke nomor 3 dan uang yang akan masuk ke rekening anda sebesar 25 x 25 x Rp.15.000,- = Rp.9.375.000,-

  4. Pada tahap selanjutnya anda akan menerima sebesar 25 x 25 x 25 x Rp.15.000,- = Rp 234.375.000,- dan anda berada di urutan nomor 2. Apabila anda bergerak ke urutan pertama ( setelah 1,5-2 bulan ) anda akan menerima sebanyak 25 x 25 x 25 x 25 x Rp.15.000,- = Rp.5.859.375.000,-.

  5. Jika anda ingin meneruskan program ini, anda boleh melakukannya dengan kembali melakukan langkah-langkah tadi mulai dari awal lagi.  Fantastis sekali bukan ?!

Anggota pun dijanjikan pemasukan pasif senilai 30%  per bulan. Supaya kelihatan masuk akal, mereka menyebutkan perputaran dana didapat dari bisnis yang bergerak. Mulai dari iklan, penjualan tiket pesawat, hotel, pembayaran listrik dan air hingga penjualan kaos dan DVD.

Ini lah yang disebut dengan arisan berantai. Atau Money Game Atau investasi abal abal yang menyamar menjadi nama-nama keren.

 

Sejak awal mereka sudah tahu bahwa sistem tersebut akan kolaps di tengah jalan. Mereka, mencari timing yang tepat untuk melakukan arisan dan menghentikannya. Sementara korbannya adalah orang-orang yang tergiur mendapatkan uang dengan cara mudah.

 

Lalu, kenapa bisa ada korban?

Ponzi, penemu skema arisan berantai atau investasi abal-abal ini faham psikologis manusia :

  1. Orang tidak berpikir panjang ketika melihat potensi keuntungan yang besar atau ditawari keuntungan yang besar. Lebih-lebih kalau sudah ada contohnya. Bisnis proposal yang ditawarkan harus menarik dan mudah dimengerti, walaupun tidak masuk akal.
  2. Sekali namanya dikenal, maka orang dengan sendirinya akan berbondong-bondong datang menyerahkan uangnya. Bahkan orang (calon korbannya) akan menanamkan lagi ‘keuntungan’ yang diterimanya, sehingga pengumpulan uang mengalami percepatan.
  3. Pada suatu fase, terjadi mania dimana herd mentality, mentalitas ikut arus, kuat. Ketika itu banyak orang ikut terjun kedalam bisnis yang sedang digilai maka semakin banyak orang lainnya yang ikut latah, tanpa banyak berpikir.

 

Apa itu Skema Ponzi

Nama “ponzi” diambil dari penggagas tipuan ini yaitu Carlo Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi asal Italia yang hidup tahun 1882 –1949. Ia kemudian pindah ke Amerika dan dikenal sebagai Charles Ponzi. Dimasa itu, Ponzi menjanjikan keuntungan bagi para investornya sebesar 50% dalam 45 hari dan 100% dalam 90 hari.

 

Skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini. Skema Ponzi biasanya membujuk investor baru dengan menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan investasi lain, dalam jangka pendek dengan tingkat pengembalian yang terlalu tinggi atau luar biasa konsisten. Kelangsungan dari pengembalian yang tinggi tersebut membutuhkan aliran yang terus meningkat dari uang yang didapat dari investor baru untuk menjaga skema ini terus berjalan.

 

Ponzi Era Modern

Penipuan Ponzi tidak berhenti di tahun 1920. Sebaliknya tipuan ini makin merebak dan berevolusi dalam berbagai modus sesuai perkembangan bisnis dan teknologi. Modusnya tetap sama yaitu menjanjikan : KEUNTUNGAN TINGGI, MUDAH, SINGKAT, REKRUT

 

Ponzi pun bisa muncul dalam berbagai bentuk, termasuk yang paling sederhana sampai yang modern, antara lain:

  1. Bisnis pepesan kosong versi tradisional. Skema ponzi ini dijalankan dengan mengajak orang lain berkongsi atau menjadi investor untuk suatu jenis usaha yang sebetulnya tidak pernah ada. Biasanya pelaku membuat surat-surat perizinan yang palsu, atau pura-pura membangun koperasi/badan usaha, atau menyewa kantor supaya terlihat bonafid demi memancing investor calon korban.

  2. Bisnis pepesan kosong versi modern. Tipuan ponzi ini mulai menggunakan teknologi seperti internet untuk menawarkan “bisnis” yang sebetulnya tidak pernah ada. Karena muncul secara online, para opportunis bisnis ini menyebutnya sebagai bisnis online (BO) walau jebakan ini sama sekali tidak layak disebut bisnis. Tampilan website dan presentasi para membernya demikian memikat, terkadang diadakan dalam pesta yang mewah. Mereka pun tak segan memancing lebih banyak korban dengan membagi-bagikan bonus dan hadiah kepada segelintir investor awal. Bisa ditebak, investor belakangan hanya menggigit jari.

  3. Ponzi dalam balutan MLM. Kebanyakan orang berpendapat bahwa ponzi merupakan money game yang tidak melibatkan jual beli barang. Jadi kalau ada jual beli barang, itu bukan ponzi. Tentu saja pendapat ini salah karena bagaimana pun target skema ponzi adalah bagaimana merekrut dan menarik uang masyarakat. Meski bisnis MLM merupakan bisnis yang legal dan baik, ada banyak modus MLM yang populer digunakan untuk penipuan ponzi.

  4. Menjual barang sampah, alias barang tidak berguna. Masyarakat tidak peduli dengan barang yang ditawarkan tetapi lebih kepada janji-janji bonus, yang ujung-ujungnya diperoleh dari dana masyarakat yang dikumpulkan lewat uang pendaftaran.

  5. Menjual dengan harga jauh di atas harga normal. Modus ini sangat populer dan marak saat ini. Mereka menarik dana masyarakat melalui barang-barang yang dijual jauh lebih mahal dari seharusnya atau dibandingkan produk sejenis di pasaran. Uang yang diperoleh dari selisih harga yang demikian tinggi, itulah yang diputar dengan skema ponzi. Termasuk dalam hal ini adalam MLM modus alat kesehatan, investasi emas, obat tradisional – kecantikan, dan sebagainya.

  6. Menawarkan barang-barang virtual yang tidak terlalu bermanfaat atau menawarkan replika website yang semata digunakan untuk menjaring korban lainya. Tidak sedikit juga ponzi modus MLM yang menjerat korban dengan menawarkan produk-produk virtual yang sebetulnya banyak tersedia gratis tetapi kemudian dikemas sedemikian sehingga terkesan berbeda dan penting banget, bakal laku sekali…dst, sehingga orang berbondong-bondong bergabung. Padahal dalam kenyataannya, kebanyakan mereka hanya berbicara bagaimana merekrut lebih banyak member (menarik uang lebih banyak) dibanding membicarakan manfaat produknya.

  7. Aneka tawaran investasi saham, forex, properti, dan berbagai usaha lainnya, baik offline maupun online, tanpa disertai izin resmi dari instansi pemerintah terkait.

 

Walaupun sebagai catatan tidak semua MLM adalah skema ponzi, jika barangnya ada dan berguna serta halal , iuran masuk nya murah dan pendapatan atau keuntungan berasal dari penjualan barang secara nyata, tentu itu termasuk MLM yang halal Insya Allah.

 

Insya Allah MLM akan kita bahas dilain kesempatan.

 

Hukum Arisan Berantai Menurut Ekonomi Islam

Menurut ekonomi islam sistem arisan berantai setidaknya melanggar beberapa rambu ekonomi islam, yaitu :

  1. Tergolong Riba , karena menjanjikan investasi dengan keuntungan yang tetap padahal sejatinya investasi tidak bisa ditentukan/dijanjikan untung atau ruginya. Argumennya bisa dilihat disini . http://ekonomi-islam.com/logika-dibalik-pengharaman-bunga-bank/

  2. Berbohong atau penipuan. Menggunakan berbagai trik yang tujuan akhirnya adalah untuk memperkaya segelintir orang dan merugikan orang banyak. Untuk lebih jelasnya saudara bisa baca disini http://ekonomi-islam.com/transaksi-yang-dilarang-dalam-islam/

 

Hukum Arisan Berantai di Indonesia

Di Indonesia sendiri, praktek ponzi dalam dunia jual beli resmi dinyatakan dilarang melalui Undang-undang No.7/2014 tentang Perdagangan. Hanya saja dalam UU tersebut, skema ponzi diistilahkan dengan skema piramida, keduanya memang sering digunakan secara bergantian di masyarakat. UU Perdagangan secara jelas melarang praktek ponzi dalam distribusi atau penjualan barang antara lain sebagai berikut:

UU no 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, bab IV, bagian kedua, pasal 7, mengatakan:

Yang dimaksud dengan “skema piramida” adalah istilah/nama kegiatan usaha yang bukan dari hasil kegiatan penjualan Barang. Kegiatan usaha itu memanfaatkan peluang keikutsertaan mitra usaha untuk memperoleh imbalan atau pendapatan terutama dari biaya partisipasi orang lain yang bergabung kemudian atau setelah bergabungnya mitra usaha tersebut.

Lanjut, pada Pasal 9, dikatakan:

Pelaku Usaha Distribusi dilarang menerapkan sistem skema piramida dalam mendistribusikan Barang

Jadi MLM model piramida tidak diperbolehkan oleh Undang-Undang dan merupakan tindak pidana.  Hukumannya tercantum di Bab XVIII, Pasal 105:

Pelaku Usaha Distribusi yang menerapkan sistem skema piramida dalam mendistribusikan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

 

6 Cara Supaya Terhindar Dari Tawaran Arisan Berantai yang Menggiurkan

Nah, kita sudah tahu bagaimana skema Ponzi berjalan, sejarah Skema Ponzi dan lain sebagainya. Sekarang yuk kita simak bagaimana cara menghindari Skema Ponzi ini, berikut caranya :

  • Jangan serakah, memang salah satu untuk menghindari skema Ponzi adalah dengan tidak serakah. Karena target utama dari skema Ponzi adalah orang-orang yang serakah. Karena orang serakah akan sangat tergiur jika di tawari keuntungan yang begitu besar. 

  • Tidak gampang percaya, jika seseorang menawari anda untuk berinvestasi di perusahaannya atau lembaga lainnya telaah lebih lanjut, perhatikan tawaran-tawaran yang dia tawarkan, dan jika tidak masuk akal jangan ragu-ragu untuk menolak. 

  • Hati-hati dengan tawaran imbal hasil sangat tinggi, Dengan membandingkan besarnya imbal hasil tersebut kita bisa menilai apakah sebuah tawaran investasi masuk akal atau tidak. Termasuk tawaran imbal hasil yang mencapai 10% per bulan, padahal sebesar-besarnya imbal hasil di bank saja biasanya hanya sekitar  2 % – 6 % per tahun (bank konvensional).  Jadi gunakan akal sehat, jangan hanya tergiur oleh imbal hasil yang tinggi, karena justru imbal hasil yang tinggi sebenarnya hanya untuk menutupi kedok penipuan.

  • Tingkatkan pengetahuan Anda tentang investasi, Perkaya wawasan Anda tentang investasi yang akan Anda geluti. Tujuannya agar Anda memahami dunia investasi dengan baik. Misalnya Anda akan berinvestasi emas. Sebaiknya Anda mengenali karakternya, mulai dari bentuk-bentuk emas, perkembangan harga, mudah tidaknya ditransaksikan, dsb. Atau Anda akan terjun ke reksadana.Anda perlu tahu potensi keuntungan, seberapa besar risikonya, dan bagaimana memilih manajer investasi yang dapat dipercaya. Demikian juga untuk investasi lain, semisal tanah, ruko, saham, dan lain lainnya . Dengan mengetahui medan yang akan Anda geluti, Anda tidak akan mudah ditipu.

  • Tanyakan Perizinan, Cek keabsahan perusahaan, apakah ada perizinan yang sesuai dengan usaha yang dijalankan. Kalau sebuah lembaga  menghimpun dana masyarakat mestinya ada izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lantas adakah jaminan yang dipegang oleh investor, jika perusahaan tersebut cidera janji. Tanyakan juga ada/tidaknya lembaga lain yang mengawasi, mengadministrasikan transaksi dan menjamin transaksi. Kalau poin-poin tersebut tidak ada sebaiknya menjauh. 

    Ingat, perusahaan yang mempunyai izin mengelola uang public adalah perusahaan yang memiliki izin usaha sebagai bank, manajer investasi dan pialang perdagangan berjangka. Untuk mengeceknya, Anda bisa membuka situs web, yaitu: bapepam.go.id; bi.go.id; dan bappebti.go.id.

  • Tak pernah menyinggung risiko, Kalau Anda jeli, penyelenggara investasi bodong ini, nyaris tak pernah menyinggung atau membicarakan risiko yang mungkin timbul dikemudian hari. Mereka meniupkan angin surga berupa keuntungan dan yakin kalau investasinya aman. Sebuah cara untuk menutupi kebohongannya. Karena setiap investasi pasti mengandung risiko.

Walapun bisnis tipu-tipu semacam ini sudah ada sejak 1 abad yang lalu, di Indonesia masih saja ada orang-orang yang terjebak. Saya pernah membaca di Facebook Group bahkan ada juga teman di BBM ( ih, masih pake BBM 🙂  ) , seseorang yang begitu bersemangat menawarkan ‘kesempatan bisnis’ semacam itu kepada anggota grup.

Sekarang anda akan dengan mudah sekali mendeteksinya, ini money game, karena mereka  biasanya mengatakan 3 kata sakti :  “Anda akan dapat uang dengan hanya merekrut anggota”, “Keuntungan diperoleh sangat TINGGI, “Tak perlu menunggu lama, hanya 1 -2 minggu saja investasi anda kembali berkali kali lipat” . Ingatlah  KEUNTUNGAN TINGGI, MUDAH, SINGKAT, REKRUT.

Mudah sekali.So Waspadalah !

Keep belajar ekonomi islam.

 

 

Perbedaan antara : JUDI, UNDIAN, SPEKULASI, INVESTASI dan PERDAGANGAN.

 

Pada tulisan sebelumnya kita telah menyinggung pengertian Maysir dan Judi lengkap dengan 3 cara  untuk mendeteksi suatu transaksi adalah Judi atau Tidak. Untuk yang ingin membaca kembali bisa dilihat di http://ekonomi-islam.com/maysir-3-cara-untuk-mendeteksi-suatu-transaksi-termasuk-judi-bagian-1/

Pada tulisan ini saya masih akan mengulas tentang Maysir, kali ini dengan mengetengahkan perbedaan antara JUDI, UNDIAN, SPEKULASI, INVESTASI dan PERDAGANGAN. Dalam praktek bisnis dunia modern ke 5 (lima) jenis transaksi ini jadi sangat sulit dibedakan. Kita mengira undian yang ada malah kita terjebak ke dalam perjudian. Kita mengira ini sebuah investasi eh ujung-ujungnya jadi spekulasi yang dekat ke perjudian.

Tulisan ini mencoba mendedah ke 5 (lima) poin ini lengkap dengan contoh-contoh. Sehingga dapat memudahkan anda dalam mengkategorikan apa jenis transaksi bisnis yang tengah anda laksanakan sekarang. Selamat membaca :

1. Judi

Judi meliputi dua komponen dasar yakni metoda penentuan yang menang atau kalah dan pembayaran dari yang kalah kepada pihak yang menang. Agar bisa dikategorikan judi maka harus ada 3 unsur untuk dipenuhi:

  1. Adanya taruhan harta/materi yang berasal dari kedua pihak yang berjudi

  2. Adanya suatu permainan yang digunakan untuk menentukan pemenang dan yang kalah

  3. Pihak yang menang mengambil harta (sebagian/seluruhnya) yang menjadi taruhan, sedangkan pihak yang kalah kehilangan hartanya

Komponen utama perjudian adalah yang disebut dengan transaksi yang bersifat “zero sum game”. Dalam transaksi seperti ini pihak yang dinyatakan sebagai pemenang mendapatkan pembayaran dari pihak yang kalah tanpa ada imbal jasa atas pembayaran tersebut.  Jadi pihak yang menang bertambah kekayaannya dan sementara itu pihak yang kalah berkurang kekayaannya dalam jumlah yang sama.  Penambahan dan pengurangan tersebut kalau dijumlahkan akan sama dengan nol.  Itulah esensi dari “zero sum game”. 

Dalam perjudian tidak hanya melibatkan 2 pihak saja, namun bisa banyak pihak. Bahkan antara pihak yang bertaruh dan bandar (panitia pelaksana) belum tentu berjumpa. Contohnya judi online yang masih marak saat ini, dengan login ke situs penyedia si penjudi sudah bisa bergambling ria.

Judi ini pun macam-macam jenisnya :

  1. Judi ketangkasan dan dan kemahiran. Siapa yang paling tangkas dan paling mahir dia yang menang dan berhak atas harta yang dipertaruhkan pemain lainnya. Contohnya judi kartu, judi bilyard, judi pacuan kuda dan yang sejenisnya.

  2. Judi olahraga dan sejenisnya. Permainannya di sini adalah siapa yang bisa menebak dengan benar. Di sini pelaku berusaha menebak siapa atau tim mana yang akan keluar jadi juara dalam sebuah peristiwa olahraga atau peristiwa lainnya. Yang berhasil menebak akan mendapatkan hadiah taruhan dari pemain lain. Selain itu pelaku judi bisa datang dari atlet itu sendiri dimana ia pun ikut bertaruh di situ. Misalnya tim mana yang jadi juara pada piala dunia, berapa skor pertandingan (dan semacam dengan itu)

  3. Judi angka dan sejenisnya. Dalam sistem yang lebih canggih judi angka ini banyak yang dibungkus dengan embel-embel investasi. Ciri yang paling mudah dikenal adalah membeli / menjual sesuatu yang wujudnya tidak ada, lalu berharap harganya akan naik / turun untuk mendapatkan keuntungan (gain).

 

2.  Undian

Pengertian Undian menurut Pasal 1774 KUHP Perdata sebagai berikut:

“Suatu perjanjian untung-untungan adalah suatu perbuatan yang hasilnya, mengenai untung-ruginya, baik bagi semua pihak, maupun bagi sementara pihak, bergantung kepada suatu kejadian yang belum tentu”

 

Undian adalah tiap-tiap kesempatan yang diadakan oleh sesuatu badan untuk mereka yang setelah memenuhi syarat-syarat tertentu dapat ikut serta memperoleh hadiah berupa uang atau benda, yang akan diberikan kepada peserta-peserta yang ditunjuk sebagai pemegang dengan jalan undi atau dengan lain cara menentukan untung yang tidak terbanyak dapat dipengaruhi oleh peserta sendiri. (Pasal 1 Angka 2 UU Nomor 22 Tahun 1954 Tentang Undian

 

Sebagai   contoh   misalnya   program  undian   berhadiah  dari Bank Swasta, setiap kelipatan tabungan sebesar Rp. 1000.000,- nasabah mendapatkan Satu poin undian. Nah poin-poin inilah yang akan digabung untuk kemudian diundi pada tanggal yang telah ditentukan oleh penyelenggara.

Contoh yang lain, misalnya sebuah koran pagi yang baru-baru ini  membuat  undian  berhadiah dengan  nama “Polling  Pemilihan Gubernur” dalam rangka Pilkada Gubernur DKI. Kupon Polling Pemilihan Gubernur ini disebar di koran tersebut selama 3 bulan lamanya. Kupon yang telah disediakan harus diisi data diri peserta beserta Calon Gubernur yang menjadi pilihannya. Kupon yang telah diisi kemudian dikembalikan ke kantor koran pagi tersebut baik melalui pos ataupun diantar langsung.

Namun ada yang perlu diperhatikan dalam undian ini, jika hati-hati maka bisa dikategorikan dalam perjudian. Lho kok bisa ? Kuncinya adalah dari manakah sumber hadiah dari undian tersebut. Jika sumber hadiah berasal dari nasabah baik secara langsung ataupun tidak maka transaksi ini termasuk dalam perjudian.  

Pada contoh pertama diatas, jika hadiah bersumber dari keuntungan bank yang disisihkan maka ini tentu tidak masuk ke dalam judi. Namun jika hadiah diperhitungkan sebagai cost of fund, artinya  secara implisit sebetulnya Anda sebagai penabung dikenai biaya membeli ‘kupon lotere’ karena imbal hasil rata-rata yang diberikan bank atas tabungan anda pasti lebih rendah dibanding jika undian itu tidak diselenggarakan.  Dalam kasus ini, secara tidak sadar anda telah terlibat perjudian.

Agar aman, sebaiknya perbankan atau koran pagi yang menyelenggarakan undian mengambil dana undian dari pos keuntungan tahun yang lalu saja.  Dengan demikian tak ada hak nasabah yang dikurangi dan kita semua terhindar dari perjudian.

Undian ini juga erat dengan lotere atau undian berhadiah. Zaman dahulu dikenal dengan nama SDSB. Untuk yang satu ini tentu kita sepakat ini adalah judi. Namun sekarang ada juga jenis judi modern. Membeli kupon dengan undian berupa sms. Jika anda mengirim sms maka anda akan mendapatkan 1 kupon. Biasanya 1 sms harganya Rp. 2500,- – Rp.3000,- jauh lebih mahal dari tarif sms biasanya. Simplenya jika anda membeli kupon dengan tujuan mendapatkan hadiah dan  penentuan pemenang lewat untung-untungan maka jelaslah  undian ini termasuk kategori Judi.

 

3. Spekulasi

Istilah spekulasi sering digunakan untuk “merangkul” antara investasi dengan judi, istilah spekulasi digunakan untuk kegiatan yang biasanya dianggap investasi tetapi dilakukan dengan cara yang menjurus kepada perjudian. 

Dalam The General Theory of Employment, Interest, and Money, karangan John Maynard Keynes spekulasi, didefinisikan sebagai “kegiatan peramalan psikologi pasar”. Motif spekulasi sama saja dengan investasi dan judi yaitu mencari keuntungan. Banyak orang menganggap miliarder George Soros untuk menjadi seorang investor, tapi ia sendiri lebih suka istilah spekulator. Jadi spekulasi adalah Suatu Aktivitas investasi atau judi yang bercirikan memiliki derajat resiko yang tinggi dan pengembalian hasil yang tinggi.

Spekulasi mengabaikan faktor risiko yang mungkin muncul. Contohnya, Anda melakukan spekulasi dengan membeli sebuah rumah yang sertifikatnya hilang. Rumah seperti ini pasti harganya lebih murah, namun bila sertifikat tersebut tidak ditemukan, maka nilai investasi tersebut bisa hilang.

Sejarah membuktikan, di Amerika Serikat dan negara-negara lain, banyak terjadi pembelian properti pada saat booming yang dilakukan sebagai investasi, ketimbang untuk dihuni. Kejatuhan ekonomi Amerika tahun 2008 lalu juga bermula dari krisis sub prime mortgage yang disebabkan oleh tindakan spekulasi. 

Spekulasi berbeda dengan investasi meski masing-masing mengandung ketidakjelasan. Dalam spekulasi pelaku mengandalkan nasib untung-untungan (game of change) dengan risiko yang besar dan tidak jarang merugikan pihak lain. Sedangkan investasi memiliki tingkat risiko yang wajar dengan kemungkinan kondisi untung dan rugi yang selalau mengikuti setiap aktivitas bisnis.

Spekulasi yang dilarang dalam agama adalah tindakan seseorang untuk memperoleh keuntungan  dengan mengandalkan kondisi dan sikap untung-untungan (gambling). Karena itulah dalam ekonomi islam, aktivitas Ghoror dilarang,  karena unsur ketidak pastiannya sangat tinggi.  

Imam Safi`i dalam kitab Qalyubi wa Umairah: : “gharar itu adalah   apa-apa   yang akibatnya tersembunyi dalam pandangan kita  dan akibat yang paling mungkin muncul adalah yang paling kita takuti”.

Contohnya adalah membeli jagung yang baru di tanam, atau sapi yang masih dalam kandungan. Sudah tentu jagung yang baru ditanam memiliki harga yang lebih murah dibandingkan jika jagung itu sudah di panen. Begitu juga peternak akan memberikan harga yang lebih murah untuk anak sapi yang masih dalam kandungan. Karena dia pun tidak tau apakah nantinya anak sapinya itu apakah akan hidup atau tidak. Jika lahir pun apakah sehat atau tidak. Namun bagi seorang spekulator disitulah letak perjudiannya. Jika ternyata hasil panen melimpah dan si anak sapi lahir dengan sehat dia akan untung besar, namun jika terjadi sebaliknya buntunglah dia.

 

4. Investasi

Investasi adalah penempatan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu atas uang atau dana tersebut. Menurut Abdul Halim, “Investasi selalu memiliki dua sisi, yaitu “return (hasil) dan risiko”. Dalam Berinvestasi berlaku hukum semakin tinggi return yang ditawarkan maka semakin tinggi pula risiko yang harus ditanggung investor. Investor bisa saja mengalami kerugian bahkan lebih dari itu bisa kehilangan semua modalnya

Investasi memiliki 9 ciri sebagai berikut:

  1. Melakukan penelitian yang mendalam,
  2. Peluang yang diambil menguntungkan,
  3. Perilaku menghindari risiko (ada manajemen resiko)
  4. Pendekatan secara sistematis,
  5. Emosi seperti serakah dan takut tidak memainkan peran,
  6. Kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus dan sebagai bagian dari rencana jangka panjang,
  7. Aktivitas tidak termotivasi semata-mata oleh hiburan atau paksaan, 
  8. Kepemilikan sesuatu yang secara nyata terlibat,
  9. Hasil ekonomi yang positif

Investasi dalam islam tidak bisa ditentukan keuntungannya. Jika keuntungan bisa ditentukan bisa dipastikan itu investasi yang keliru, misalnya ada sebuah investasi yang memberikan jaminan keuntungan 5% perbulan. Investasi seperti inilah yang bisa dikategorikan sebagai riba. Karena siapakah yang bisa mengetahui masa depan ? . Bahkan yang terjadi adalah saling merugikan antara investor dan pihak perusahaan pengelola dana karena menjanjikan sesuatu yang tidak pasti. Bagaimana prosesnya anda bisa baca tulisan saya sebelumnya : http://ekonomi-islam.com/logika-dibalik-pengharaman-bunga-bank/

Jenis transaksi seperti obligasi yang menjanjikan keuntungan tetap jelas tergolong sebagai Riba. Beda halnya dengan investasi syariah yang menggunakan aqad mudharabah dan musyarakah. Acuan keuntungan apapun dalam bisnis syariah tidak bisa ditetapkan di awal. Seluruh keuntungan (atau mungkin kerugian)  tergantung dari hasil. Karenanyalah investasi syariah disebut juga dengan bisnis bagi hasil .

Untuk mengenal apa itu musyarakah dan mudharabah anda bisa baca disini :

mengenal-musyarakah

mengenal-transaksi-murabahah-aplikasi-dari-ekonomi-islam

 

5. Perdagangan

Adalah kegiatan tukar menukar barang atau jasa atau keduanya yang berdasarkan kesepakatan bersama dan bukan pemaksaan

Umar bin Khottob pernah memperingatkan orang-orang yang tidak paham fikih muamalah agar tidak berjualan di pasar. ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata,

لَا يَتَّجِرْ فِي سُوقِنَا إلَّا مَنْ فَقِهَ أَكْلَ الرِّبَا

“Janganlah seseorang berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk riba.” (Lihat Mughnil Muhtaj, 6: 310). ‘Umar menghendaki demikian, agar supaya jual beli yang dilakukan di pasar tidak asal-asalan.

‘Ali bin Abi Tholib lebih tegas lagi mengatakan,

مَنْ اتَّجَرَ قَبْلَ أَنْ يَتَفَقَّهَ ارْتَطَمَ فِي الرِّبَا ثُمَّ ارْتَطَمَ ثُمَّ ارْتَطَمَ

“Barangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.” (Lihat Mughnil Muhtaj, 6: 310)

Perdagangan atau perniagaan pada umumnya adalah pekerjaan membeli barang dari suatu tempat dan menjual barang tersebut di tempat dan waktu lainnnya untuk memperoleh keuntungan.

Perdagangan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kegiatan perekonomian suatu negara. Giatnya aktivitas perdagangan suatu negara menjadi indikasi tingkat kemakmuran masyarakatnya serta menjadi tolok ukur tingkat perekonomian negara itu sendiri. Sehingga bisa dibilang perdagangan merupakan urat nadi perekonomian suatu negara.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

التاجر الصدوق الأمين مع النبيين والصديقين والشهداء

“Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati syahid.” (HR. Tirmidzi, Kitab Al-Buyu’ Bab Ma Ja-a Fit Tijaroti no. 1130)

Begitu besar ganjaran bagi pedagang yang jujur, namun kita perlu fahami hukuman bagi mereka yang berdagang secara curang :

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS. Al Muthoffifin: 1-3).

Ada juga Jual beli yang dilarang, yaitu menjual barang yang tidak ia miliki. Misalnya, seorang pembeli datang kepada seorang pedagang mencari barang tertentu. Sedangkan barang yang dicari tersebut tidak ada pada pedagang itu. Kemudian antara pedagang dan pembeli saling sepakat untuk melakukan akad dan menentukan harga dengan dibayar sekarang ataupun nanti, sementara itu barang belum menjadi hak milik pedagang atau si penjual. Pedagang tadi kemudian pergi membeli barang dimaksud dan menyerahkan kepada si pembeli.

لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

Jangan menjual sesuatu yang tidak ada padamu. [HR Tirmidzi].

Dalam praktek valas ini dikenal dengan nama shorts selling suatu cara yang digunakan dalam penjualan saham di mana investor/trader meminjam dana (on margin) untuk menjual saham yang belum dimiliki dengan harga tinggi dengan harapan akan membeli kembali pada saat saham turun.

Jika ingin mengetahui jenis transaksi yang terlarang bisa baca di 

transaksi-yang-dilarang-dalam-islam

Begitu juga aktivitas dalam pasar modal dan pasar uang, aktivitas perdagangan disebut dengan trading (berdagang). Apakah ini termasuk sebagai Judi, Spekulasi ataukah investasi ? InsyaAllah akan kita bahas pada tulisan berikutnya.

Demikianlah perbedaan antara antara judi, undian, spekulasi, investasi dan perdagangan. Semoga bisa membantu kita untuk lebih bijak dalam bermuammalah.

Tetap semangat belajar Ekonomi Syariah  🙂 

 

 

Maysir: 3 Cara Untuk Mendeteksi Suatu Transaksi Termasuk Judi (Bagian 1)

Kemarin anak saya yang tertua meminta dibelikan spidol, ada lomba membuat poster di sekolah katanya. Malam harinya saya pun pergi mencari spidol yang dia butuhkan. Dalam perjalanan hati saya berkata akankah uang saya akan di pergunakan untuk memperkaya orang yang sudah kaya, akankah saya membantu melahirkan “naga baru” lagi ? . 9 (sembilan) naga saja sungguh sungguh sudah membuat kita sangat repot, apalagi jika bertambah ?!

Tidak boleh, kata saya membatin ! saya mesti lebih selektif dalam berbelanja. Walaupun mungkin pedagang lokal dan kecil tidak selengkap toko besar, tapi setidaknya saya telah melakukan sesuatu, walaupun dengan Rp.8000.- harga sebuah spidol yang saya beli di warung kecil tepi jalan .

 

Pada hari ini kita akan melanjutkan berbicara tentang ekonomi islam. Beberapa tulisan sebelumnya kita telah membicarakan tentang riba, dan pada tulisan terakhir kita menggangkat tema mengenai transaksi riba fadhl dan riba nasiah dalam praktek dunia modern di pasar forex. Untuk yang ingin membaca kembali bisa dilihat di http://ekonomi-islam.com/jual-beli-valas-forex-halalkah/

Topik tulisan kita pada hari ini adalah tentang Maysir :  Inikah Formula Cepat Kaya?

Cermati 3 firman Allah berikut ini :

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah, ‘Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya’…” (QS. Al Baqarah : 219)

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, maisir, berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan  syetan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (QS Al-Maaidah : 90)

 “Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingati Alloh dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu”.(QS.Al-Maidah ( 5 ) :90-91)

 

Didalam ayat ini terdapat empat perbuatan yang serentak dilarang 0leh Alloh SWT, yaitu:

  1. Meminum minuman keras
  2. Maisir/Berjudi
  3. Menyembah berhala
  4. Mengundi nasib

 

Pengertian MAYSIR

Kata Maisir dalam bahasa Arab arti secara harfiah adalah memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras atau mendapat keuntungan tanpa bekerja.Secara istilah, Maisir adalah setiap Mu’amalah yang ketika dilakukan dia mungkin rugi dan mungkin beruntung.

Itulah definisi Maisir dalam istilah ulama, walaupun sebagian orang mengartikan Maisir ini ke dalam bahasa Indonesia dengan pengertian sempit, yaitu judi. 

Judi dalam terminologi agama diartikan sebagai “suatu transaksi yang dilakukan oleh dua pihak untuk kepemilikan suatu benda atau jasa yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain dengan cara mengaitkan transaksi tersebut dengan suatu tindakan atau kejadian tertentu”.

Dalam bahasa Arab, Judi berarti “Qimar”. Arti Qimar menurut Munjid adalah segala permainan yang dijanjikan bahwa yang menang akan mendapat sesuatu dari yang kalah ( Munjid cetakan ke XXI halaman 653 ).

 

3 Cara Untuk Mendeteksi Suatu Transaksi Termasuk Judi:

  1. Adanya taruhan harta/materi yang berasal dari kedua pihak yang berjudi
  2. Adanya suatu permainan yang digunakan untuk menentukan pemenang dan yang kalah
  3. Pihak yang menang mengambil harta (sebagian/seluruhnya) yang menjadi taruhan, sedangkan pihak yang kalah kehilangan hartanya

Komponen utama perjudian adalah yang disebut dengan transaksi yang bersifat “zero sum game”. Dalam transaksi seperti ini pihak yang dinyatakan sebagai pemenang mendapatkan pembayaran dari pihak yang kalah tanpa ada imbal jasa atas pembayaran tersebut.  Jadi pihak yang menang bertambah kekayaannya dan sementara itu pihak yang kalah berkurang kekayaannya dalam jumlah yang sama.  Penambahan dan pengurangan tersebut kalau dijumlahkan akan sama dengan nol.  Itulah esensi dari “zero sum game”.  Selain itu kerugian dan keuntungan sama sekali tidak menyertakan imbal jasa. 

Untuk jelasnya kita akan membahasnya dengan contoh berikut ini.

Contoh pertama.  Dalam pertandingan final piala AFF 2016, antara Indonesia vs Thailand , wasit dari Jepang melempar koin untuk menentukan tim mana yang menendang bola pertama kali . Apakah ini termasuk kedalam judi ? tentu kita sepakat bahwa Undian semacam itu tentunya tak bisa disebut perjudian  🙂 

Contoh Kedua  Si A dan si B bersepakat untuk main tebak-tebakan angka mobil yang lewat.  Kalau mobil yang lewat ternyata bernomor polisi genap maka si A menang dan sebaliknya jika ganjil maka si B yang menang.  Pihak yang menang mendapatkan pembayaran seribu rupiah dari pihak yang kalah untuk setiap ronde tebakan.  Apakah permainan ini merupakan perjudian atau bukan?  Bisa dipastikan anda akan berpendapat bahwa itu adalah permainan judi.

Dalam contoh berikut ini kita coba ganti kata “mobil” dengan “emas” dan kata “genap – ganjil” dengan “naik – turun harga”.  Si A dan si B bersepakat untuk melakukan transaksi derivatif dengan underlying (komoditas yang menjadi dasar perdagangan )  adalah harga emas.  Kalau besok harga emas naik maka si A menang dan mendapatkan pembayaran dari si B.  Sebaliknya jika harga emas turun maka si B justru yang menang.  Dalam transaksi ini tidak ada jual beli emas antara kedua belah pihak.  Harga emas hanya menjadi referensi untuk menentukan siapa yang menang dan yang kalah. Apakah termasuk kedalam judi ? Silahkan lihat 3 unsur yang ada pada judi atau bandingkan dengan contoh yang kedua.

Contoh keempat, sekarang  Kita coba ganti kata “mobil” dengan mata uang “USD-Yen” dan kata “genap – ganjil” dengan “BUY – SELL” . Si A dan si B bersepakat untuk melakukan transaksi derivatif dengan underlying (komoditas yang menjadi dasar perdagangan ) nilai mata uang USD vs YEN.  Kalau nilai tukar USD vs YEN besok lebih besar dari nilai hari ini maka si A menang,  maka si B harus membayar selisih nilai tukar. Namun Sebaliknya jika Nilai tukar USD vs YEN lebih rendah dari hari ini maka si  B yang menang, maka Si A harus membayar selisih nilai tukar. Apakah termasuk kedalam kategori judi ? Bisakah anda melihat persamaannya   dengan   contoh yang kedua ?.

Pada tahun 2011 Headline di berbagai media di seluruh dunia dihebohkan oleh kerugian UBS senilai kurang lebih dua milyar dollar yang diakibatkan transaksi spekulasi valas. UBS merupakan bank terbesar di Swiss sehingga kejadian tersebut menyedot perhatian dunia. Maklum, Swiss merupakan surganya penempatan dana dari nasabah kakap seluruh dunia termasuk juga mungkin dana hasil korupsi.

Baca beritanya disini https://finance.detik.com/moneter/1723391/ubs-dibobol-pialang-serakah-us-2-miliar

 

Perjudian semacam ini terlanjur disebut sebagai perdagangan dan investasi dalam kamus dunia keuangan. Padahal esensinya sama dengan permainan judi di kasino. 

Sejatinya Perjudian ini jenisnya juga beragam. Misalkan judi pacuan kuda. Perpaduan antara ketangkasan joki dan daya pacu kuda menjadi penentu si pemenang dalam judi ini. Judi panahan jelas akan lebih mungkin dimenangkan oleh yang lebih tangkas. Judi main kartu gaple jelas akan lebih banyak dimenangkan oleh yang lebih berpengalaman main kartu. Judi index harga saham jelas akan lebih berpihak pada yang mampu memprediksi pergerakan harga saham, memahami technical dan fundamental analysist.

Intinya, tidak semua judi semata-mata ditentukan oleh faktor keberuntungan semata.  Ada judi yang berdasarkan ketangkasan dan ada pula yang berbasis ilmu pengetahuan

Sebagai tulisan pertama, semoga mata kita semua bisa terbuka betapa jamaknya judi sebagaimana hal riba menghiasi hari hari kita selama ini. Tentu saja jangan lupakan bahwa sedari kecilpun kita sudah umum melakukan judi. Lihat saja anak-anak yang bertaruh dalam permainan gambar dan kelereng (gundu) . Siapa yang paling tangkas berhak atas seluruh gambar dan kelereng (gundu) kawan-kawannya.

Syukurlah itu dosa masa kecil, namun jangan diulang lagi ya… 🙂